Menu Dropdown

“Hidup tenteram dan damai hanya dalam agama (Islam)”

Minggu, 14 Juli 2013

Hakikat Tawadhu' dan Sombong (1)

Jiwa tawadhu terhadap Allah adalah hal yang semuanya ingin memilikinya, bagaimana tidak apabila seseorang telah mengetahui hakikat tawadhu' dan faham tentang tawadhu' sehingga tahu pula apa yang akan di dapatkan dari bersikap tawadhu', mereka akan senantiasa berusaha bersikap tawadhu'. Namun di zaman yang sekarang ini sulit untuk didapatkan seorang yang tawadhu' bahkan yang nampak dari semua kenyataan sekarang ini adalah sebaliknya, yaitu sikap sombong.

Ketahuilah wahai hamba Allah yang senantiasa berusaha bersikap tawadhu', sesungguhnya tawadhu' adalah akhlak muliayang meliputi banyak sekali kebaikan. Tawadhu' adalah tunduk dan patuh kepada otoritas kebenaran, serta kesediaan menerima kebenaran itu dari siapapum yang mengatakannya, baik dalam keadaan ridha ataupun marah.

Tawadhu' adalah merendahkan diri dan santun terhadap sesama.
Tawadhu'adalah engkau tidak melihat dirimu memiliki nilai lebih dibandingkan hamba Allah lainnya.
Tawadhu' adalah engkau tidak melihat orang lain membutuhkanmu.

Dari pengertian tawadhu' di atas maka adalah sesuatu perkara yang bisa membuat seseorang tawadhu' secara terpuji dan tercela. Tawadhu terpuji adalah sikap merendahkan diri di hadapan Allah dan tidak berbuat semena-mena atau memandang remeh terhadap sesama. Adapun tawadhu tercela adalah sikap merendahkan diri dihadapan orang kaya dengan harapan mendapat sesuatu darinya.

Sesungguhnya akhlak rabbani  yang agung seperti tawadhu' ini tidaklah bisa terwujud dengan benar, kecuali dengan dua syarat yaitu, Ikhlas karena Allah dan Al-Qudrah ( kemampuan ).


Wahai sahabatku maka senantiasa bertawadhu' kepada Allah lah dengan cara yang terpuji dan sesuai dengan kebenaran sehingga terwujudlah akhlak rabbani yang ikhlas.Wallohu 'alam.



1 komentar: