Menu Dropdown

“Hidup tenteram dan damai hanya dalam agama (Islam)”

Kamis, 10 Januari 2013

Perjalanan Keputusan

Terkadang apa yang kita bicarakan apa yang kita pikirkan itu membuat sebuah ironi yang menjadikannya sebuah keharusan untuk memulai sesuatu. Sebagian orang tentu berbangga dengan opini yang dibuat yang menjadikannya merasa keharusan untuk dilakukan. Pikiran tak lagi bisa menjadi suatu faktor kebenaran dalam bertindak, dalam hal ini adalah sebuah tolak ukur yang menjadikan dirinya sebagai manusia bertaqwa.

Subhanallah ketika kita sudah merasakan sebuah kenikmatan dalam beribadah kepada Allah hati kita merasa  tenteram, jiwa kita terasa kuat terhadap semua apa yang terjadi pada diri kita. Karena puncak dari sebuah keimanan adalah Allah akan membalas kita dengan ganjaran yang luar biasa dan syurga. suatu kebenaran yang menjadikan sebuah kekuatan untuk tetap terus istiqomah.

Walau hanya sekecil saja sebuah kebaikan yang kita lakukan maka disitulah nilai dari sebuah keikhlasan yang akan membalas kebaikan itu, mengingat ketika semua itu yang menjadi berat untuk dilakukan adalah bisikan syetan yang akan terus membisikan sebuah kesombongan, tetapi seberat apapun cobaan untuk meraih kenikmatan syurga adalah sebuah keharusan untuk tetap beribadah kepada Allah.

Keinginan yang mengakar pada sebuah kebathilan menjadi momok menakutkan untuk segera merubahnya, karena baik buruk adalah pasti. Memilih kebaikan kita akan selamat dan memilih keburukan akan memperjauh kita terhadap hidayahnya, walau sekecil apapun keburukan itu dilakukan maka itulah awal mula engkau akan dijauhkan dari jalan-Nya. Yuuk upgrade diri tancap pool gas kita untuk tetap dalam jalan dakwah,.!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar